Global Migration Film Festival

Published on Dec 12, 2019 by Admin

International Organization for Migration (IOM) bekerja sama dengan MISBAR menyelenggarakan Global Migration Film Festival pada hari Kamis (2811) di Dreamhub. Acara ini dibuat untuk menceritakan dan berdiskusi tentang perjuangan para imigran yang dikemas dalam bentuk movie screening setiap tahunnya.

Pada acara ini diputar berbagai film bertipe dokumenter singkat yang mengharukan dan menginspirasi. Beberapa film yang diputar antara lain:

Haru’s New Year

Film ini bercerita tentang seorang anak perempuan asal Jepang yang menempuh Sekolah Dasar di Kanada.

Perjuangan Haru dalam menjalani kesehariannya yang sepi, terisolasi, dan kesulitannya untuk menemukan teman baru menjadi cerminan sempurna bagi Anda yang juga sedang merantau.

Mother

Kisah seorang Ibu dari Minangkabau yang sudah memasuki usia senja dan hidup sendiri karena ditinggalkan oleh anaknya yang pergi merantau ke kota besar untuk meniti karir lebih luas.

Dalam hatinya Ia tidak berharap banyak selain mendapatkan cucu dari anaknya yang telah merantau. Keikhlasan dan kekuatan dalam menjalani kesehariannya yang sepi menjadi sorotan pada film ini.

Never be Afraid to Fail

Film ini menceritakan seorang imigran asal Afghanistan yang tinggal di Indonesia. Statusnya sebagai “refugee” membatasinya dalam mencari pekerjaan; meskipun demikian dia tetap dapat bertahan hidup dengan menjalani minat dan bakatnya menjadi seorang pelatih tinju.

Namun, semua tidak berjalan dengan mudah; banyak peraturan yang menghambatnya karena semua orang sadar bahwa dia hanyalah seorang pengungsi. Semangat dan konsistensi dalam mengejar mimpi menjadi pelajaran yang dapat dipetik pada film ini.

Power of Passport

Kebanyakan dari kita yang membaca tulisan ini pasti memiliki passport, namun tahukah Anda bahwa buku kecil tersebut mempunyai kekuatan besar dan dapat menentukan masa depan seseorang?

Film ini menceritakan perjuangan penduduk Meksiko yang ingin pergi mengadu nasib ke negara lain namun tidak dapat mendapatkan passport karena tidak “cukup kaya”.

Sementara ada dilema tersendiri bagi mereka yang berhasil mendapatkan passport; keluarga yang ditinggalkan akan merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan banyak diantara mereka menghilang tidak kembali ke rumah.